The Yes Men
Berurusan dengan the yes men itu selalu ga mudah, jika kita berada pada posisi membutuhkan negosiasi atau menghindari birokrasi yang rumit. Sepanjang sejarah aku mengurus manusia, memiliki bawahan the yes men itu selalu menyenangkan. Ga protes karena ga kritis, atau malas ribut dengan atasan, atau alasan lain. Yang pasti memiliki orang-orang seperti mereka itu berarti hemat energi. Tapi pandanganku berubah ketika aku berada di posisi seperti saat ini. Aku berandai-andai, berharap mereka tidak keberatan untuk dinegosiasi ketika kesalahan itu tidak sepenuhnya salah kami. Perkara sepele sebenarnya bagi mereka saat ini dibandingkan dengan apa yang bisa terjadi pada kami (gagal jadi mahasiswi padahal sudah lulus tes), dan perkara sepele bagi kami di awal sekali pengumuman diberikan. Sesepele masalah kuping yang diciptakan terbuka lalu menyempit, seperti fungsi corong untuk menerima lalu menyimpan dan menyalurkannya di tempat tertutup. Masalahnya kadang yang namanya perempuan itu -ya...