Butuh Drama Komedi
Tiba-tiba aku menangis pagi ini. Akhirnya. Setelah sejak kemarin aku bergulat dengan perasaanku yang sangat labil, entah karena haid atau karena terlalu sering dia memperlakukan aku seperti ini, akhirnya aku bisa menangis juga. Tapi rupanya aku tidak merasa lebih lega setelah itu. Bahkan, perasaan bersalah itu justru semakin menebal, dan membelitku hingga aku merasa sesak. Karena airmataku bukan lagi ekspresi kekesalan yang ingin kulampiaskan. Bukan ekspresi bosan mendapat rasa sakit yang sama. Bukan ekspresi asam lambung naik seperti yg kemarin membuatku nyaris tidak bisa mengendalikan motor. Bukan ekspresi kemarahan. Bukan. Rupanya malam ini aku bermimpi sangat aneh. Aku datang ke Jamilurrohman dan tiba-tiba saja aku melihat dia sedang bersama teman dan murid-muridku. Dia sedang melakukan berbagai kebaikan yang membuat teman-teman dan murid-muridku kagum dan memuliakannya. Kemudian ketika ia melihatku, ia terkejut dan tampak kurang senang ketika aku mengetahui kebaikan-kebaikan...