Luput
Ada sesuatu yang kulewatkan.
Sesuatu yang besar. Dan aku menjadi sangat menyesal.
Ceritanya aku mendapat sebuah keberuntungan dari Allah; aku bisa belajar tahsin intensif dengan seorang ustadz juara tahfidz se-Asean. Seorang yang memiliki sanad yang bekerja bersama syaikh Ali Jabir dan Ust. Yusuf Manshur. Setelah sekitar 2 pekan baru hari ini aku tahu bahwa orang di balik hijab ini adalah beliau.
Tapi bukan ini sesuatu yang kulewatkan.
Setelah temanku memberitahuku tentang latar belakang beliau, ia menambahkan sedikit cerita..
"Ana ingat benar istrinya. Dulu kenalan ana di pondok. Kami sama sekali ga mengira bahwa dia yang akan dipilih untuk jadi istrinya ustadz, karena orangnya menurut kami sih biasa banget, kasarannya ga level lah. Tapi ana ingeeet.....banget, dia selalu berdoa diantara adzan dan iqomah, agar bisa menjadi istri ustadz X.. Eeh...dilamar๐ ๐ "
Aku tercenung di titik itu. Gadis biasa yang yakin pada Robbnya, yang tekun meminta sesuatu yang menurutnya sangat berharga..
Aku sungguh terlewat sesuatu..
Iseng, aku bertanya padanya, "Kira-kira kalau ana berdoa minta jadi istrinya syaikh Abdurrozzaq dikabulin ga ya?๐ "
"Wkwk...coba aja lah.. Yakin sama Allah"
Sungguh keterlaluan memang orang sepertiku meminta yang seperti itu. Merasa tidak layak adalah alasan aku tidak lagi memintanya. Tapi...tapi...ya Allah sungguh aku terlewat hal penting selama tahun-tahun ini; keyakinan pada kekuasaanMu dan kontinyuitas yang menjadi refleksi keyakinanku.
Aku berhenti berdoa karena malu. Akhirnya aku tak meminta lagi.
Subhanallah.. kisah singkat temanku sebenarnya hanyalah taukid dari berbagai kisah doa jadi nyata dari orang-orang yang yakin dan bersabar. Sebenarnya pun sudah sejak lama aku ditegur..
Tapi aku memang tidak ingin lagi meminta agar dijemput syaikh Abdurrozzaq๐ ๐ . Bahkan seolah aku tak peduli siapa yang nantinya akan menjemputku. Karena aku punya hal lain yang harus ku kejar, di sana.. di bawah kubah hijau di istana putih itu...
Semoga jadi nyata!
020817
Sesuatu yang besar. Dan aku menjadi sangat menyesal.
Ceritanya aku mendapat sebuah keberuntungan dari Allah; aku bisa belajar tahsin intensif dengan seorang ustadz juara tahfidz se-Asean. Seorang yang memiliki sanad yang bekerja bersama syaikh Ali Jabir dan Ust. Yusuf Manshur. Setelah sekitar 2 pekan baru hari ini aku tahu bahwa orang di balik hijab ini adalah beliau.
Tapi bukan ini sesuatu yang kulewatkan.
Setelah temanku memberitahuku tentang latar belakang beliau, ia menambahkan sedikit cerita..
"Ana ingat benar istrinya. Dulu kenalan ana di pondok. Kami sama sekali ga mengira bahwa dia yang akan dipilih untuk jadi istrinya ustadz, karena orangnya menurut kami sih biasa banget, kasarannya ga level lah. Tapi ana ingeeet.....banget, dia selalu berdoa diantara adzan dan iqomah, agar bisa menjadi istri ustadz X.. Eeh...dilamar๐ ๐ "
Aku tercenung di titik itu. Gadis biasa yang yakin pada Robbnya, yang tekun meminta sesuatu yang menurutnya sangat berharga..
Aku sungguh terlewat sesuatu..
Iseng, aku bertanya padanya, "Kira-kira kalau ana berdoa minta jadi istrinya syaikh Abdurrozzaq dikabulin ga ya?๐ "
"Wkwk...coba aja lah.. Yakin sama Allah"
Sungguh keterlaluan memang orang sepertiku meminta yang seperti itu. Merasa tidak layak adalah alasan aku tidak lagi memintanya. Tapi...tapi...ya Allah sungguh aku terlewat hal penting selama tahun-tahun ini; keyakinan pada kekuasaanMu dan kontinyuitas yang menjadi refleksi keyakinanku.
Aku berhenti berdoa karena malu. Akhirnya aku tak meminta lagi.
Subhanallah.. kisah singkat temanku sebenarnya hanyalah taukid dari berbagai kisah doa jadi nyata dari orang-orang yang yakin dan bersabar. Sebenarnya pun sudah sejak lama aku ditegur..
Tapi aku memang tidak ingin lagi meminta agar dijemput syaikh Abdurrozzaq๐ ๐ . Bahkan seolah aku tak peduli siapa yang nantinya akan menjemputku. Karena aku punya hal lain yang harus ku kejar, di sana.. di bawah kubah hijau di istana putih itu...
Semoga jadi nyata!
020817
Komentar
Posting Komentar