Butuh Drama Komedi

Tiba-tiba aku menangis pagi ini. Akhirnya. Setelah sejak kemarin aku bergulat dengan perasaanku yang sangat labil, entah karena haid atau karena terlalu sering dia memperlakukan aku seperti ini, akhirnya aku bisa menangis juga.

Tapi rupanya aku tidak merasa lebih lega setelah itu. Bahkan, perasaan bersalah itu justru semakin menebal, dan membelitku hingga aku merasa sesak.

Karena airmataku bukan lagi ekspresi kekesalan yang ingin kulampiaskan. Bukan ekspresi bosan mendapat rasa sakit yang sama. Bukan ekspresi asam lambung naik seperti yg kemarin membuatku nyaris tidak bisa mengendalikan motor. Bukan ekspresi kemarahan. Bukan.

Rupanya malam ini aku bermimpi sangat aneh. Aku datang ke Jamilurrohman dan tiba-tiba saja aku melihat dia sedang bersama teman dan murid-muridku. Dia sedang melakukan berbagai kebaikan yang membuat teman-teman dan murid-muridku kagum dan memuliakannya. Kemudian ketika ia melihatku, ia terkejut dan tampak kurang senang ketika aku mengetahui kebaikan-kebaikannya.

Ketika terbangun, dan menyadari apa yg kulihat dalam mimpi, aku terkejut dan semakin merasa bersalah. Aku tidak tahu akan jadi apa dia di masa depan. Aku tidak tahu bisa jadi saat ini hanya sementara yang membuatku harus bisa lebih bersabar menghadapi sikap-sikap tidak menyenangkan darinya.

Karena bisa jadi doa-doaku menjadi nyata. Bisa jadi dia akan menjelma hadiah yang menyenangkan di timbangan kebaikanku jika Allah benar-benar menjadikan aku tangan yang Dia gunakan untuk meraihnya..

Nasihat demi nasihat, seperti biasa datang membanjiriku dari berbagai penjuru. Tanpa mereka yg menasihati itu tahu apa yang sedang terjadi. Membuatku semakin merasa bersalah..

"Kalian itu rumit banget sih," kata Milla.
"Banyak drama." Dia melanjutkan.

Yah siapa juga yang mau begini? Kalau dia disikapi begini oleh orang terdekatnya mungkin juga akan sama. Atau entah aku yang sedang labil dan lelah.. Atau memang aku ratu drama yang berharap ada sedikit komedi dalam hidupku.

Ya Allah aku butuh sedikit saja kesenangan..
Aku bahagia tapi sungguh..aku lelah, butuh istirahat dan sedikit rasa senang..

Semoga Engkau tidak bosan padaku. Memang hanya Engkau yang cintanya murni..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Manusia

The Yes Men

Hari Istimewa