Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Butuh Drama Komedi

Tiba-tiba aku menangis pagi ini. Akhirnya. Setelah sejak kemarin aku bergulat dengan perasaanku yang sangat labil, entah karena haid atau karena terlalu sering dia memperlakukan aku seperti ini, akhirnya aku bisa menangis juga. Tapi rupanya aku tidak merasa lebih lega setelah itu. Bahkan, perasaan bersalah itu justru semakin menebal, dan membelitku hingga aku merasa sesak. Karena airmataku bukan lagi ekspresi kekesalan yang ingin kulampiaskan. Bukan ekspresi bosan mendapat rasa sakit yang sama. Bukan ekspresi asam lambung naik seperti yg kemarin membuatku nyaris tidak bisa mengendalikan motor. Bukan ekspresi kemarahan. Bukan. Rupanya malam ini aku bermimpi sangat aneh. Aku datang ke Jamilurrohman dan tiba-tiba saja aku melihat dia sedang bersama teman dan murid-muridku. Dia sedang melakukan berbagai kebaikan yang membuat teman-teman dan murid-muridku kagum dan memuliakannya. Kemudian ketika ia melihatku, ia terkejut dan tampak kurang senang ketika aku mengetahui kebaikan-kebaikan...

Hari Istimewa bag 3

Yang datang adalah keajaiban ketika aku mulai bertanya-tanya dan dia mulai menjawab-jawab yang seperti seorang narasumber yang diwawancara reporter untuk majalah kampus. STDI harus senang punya reporter pemalu seperti aku. Cerita pun mengalir.. Dan aku hanya bisa perlahan menyadari, bahwa anak ini memiliki sesuatu yang jauh tingkatannya di atasku. Yang membuat Allah memilih dia sejak awalnya, memberinya ujian ini, dan kekuatan selangka ini membuatku ingin menangis. Akhirnya aku mengajaknya ke maktabah yang lebih sepi karena kedatanganku ke Jamilurrohman itu sungguh diapresiasi dan aku merasa sedang tidak ingin salam-salaman di tengah-tengah kisah itu mengalir. Dia dipapah ketika berjalan ke maktabah. Bukan aku yang memapahnya. Aku memang payah. Payah. Akhirnya kami berdua saja di maktabah.. disana, di tempat itu.. Pernah terjadi sesuatu yang tidak kuceritakan pada seorangpun di dunia ini.. Pernah terjadi sesuatu, yang hanya satu dua orang yang melihatnya.. Pernah terjadi se...

Hari Istimewa bag.2

Akhirnya bisa ngelanjutin nulis.. Ini sebenernya kelanjutan dari paragraf2 akhir dari postinganku yang judulnya Hari Istimewa. Tapi karena beda cerita, dan kalo aku bedain judulnya, postingan awal jadi kaya bersambung gitu.. Jadi ini aku samain judulnya. Tapi beda ya, temanya.. Ini kisah tentang seorang gadis yang Allah pilih untuk Islam, lalu Allah uji.. ... Bahkan aku tidak tahu siapa namanya! Innalillahi Intan, terbiasa ga kenalan sih boleh-boleh aja.. tapi kalau sampai melewatkan informasi penting dari orang penting yang kamu harap akan kamu temui lagi, ah....! Kamu bisa bilang apa nanti kalau ke sana, dan mau ketemu dia? "Nyari akhwat yang diganggu jin.." ๐Ÿ˜… Oh seriously. Ok jadi aku ga tau siapa namanya. Tapi kisah yang akan kuceritakan ini sungguh nyata, dan sejak bertemu dengannya, aku merasa memiliki suatu motivasi untuk kembali mendekati Robbku. Kembali ke jalur utama menempuh perjalanan setelah sekian lama aku berleha-leha. Segala puji bagi Allah.. ...

Luput

Ada sesuatu yang kulewatkan. Sesuatu yang besar. Dan aku menjadi sangat menyesal. Ceritanya aku mendapat sebuah keberuntungan dari Allah; aku bisa belajar tahsin intensif dengan seorang ustadz juara tahfidz se-Asean. Seorang yang memiliki sanad yang bekerja bersama syaikh Ali Jabir dan Ust. Yusuf Manshur. Setelah sekitar 2 pekan baru hari ini aku tahu bahwa orang di balik hijab ini adalah beliau. Tapi bukan ini sesuatu yang kulewatkan. Setelah temanku memberitahuku tentang latar belakang beliau, ia menambahkan sedikit cerita.. "Ana ingat benar istrinya. Dulu kenalan ana di pondok. Kami sama sekali ga mengira bahwa dia yang akan dipilih untuk jadi istrinya ustadz, karena orangnya menurut kami sih biasa banget, kasarannya ga level lah. Tapi ana ingeeet.....banget, dia selalu berdoa diantara adzan dan iqomah, agar bisa menjadi istri ustadz X.. Eeh...dilamar๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…" Aku tercenung di titik itu. Gadis biasa yang yakin pada Robbnya, yang tekun meminta sesuatu yang menurutny...