Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Butuh Drama Komedi

Tiba-tiba aku menangis pagi ini. Akhirnya. Setelah sejak kemarin aku bergulat dengan perasaanku yang sangat labil, entah karena haid atau karena terlalu sering dia memperlakukan aku seperti ini, akhirnya aku bisa menangis juga. Tapi rupanya aku tidak merasa lebih lega setelah itu. Bahkan, perasaan bersalah itu justru semakin menebal, dan membelitku hingga aku merasa sesak. Karena airmataku bukan lagi ekspresi kekesalan yang ingin kulampiaskan. Bukan ekspresi bosan mendapat rasa sakit yang sama. Bukan ekspresi asam lambung naik seperti yg kemarin membuatku nyaris tidak bisa mengendalikan motor. Bukan ekspresi kemarahan. Bukan. Rupanya malam ini aku bermimpi sangat aneh. Aku datang ke Jamilurrohman dan tiba-tiba saja aku melihat dia sedang bersama teman dan murid-muridku. Dia sedang melakukan berbagai kebaikan yang membuat teman-teman dan murid-muridku kagum dan memuliakannya. Kemudian ketika ia melihatku, ia terkejut dan tampak kurang senang ketika aku mengetahui kebaikan-kebaikan...

Hari Istimewa bag 3

Yang datang adalah keajaiban ketika aku mulai bertanya-tanya dan dia mulai menjawab-jawab yang seperti seorang narasumber yang diwawancara reporter untuk majalah kampus. STDI harus senang punya reporter pemalu seperti aku. Cerita pun mengalir.. Dan aku hanya bisa perlahan menyadari, bahwa anak ini memiliki sesuatu yang jauh tingkatannya di atasku. Yang membuat Allah memilih dia sejak awalnya, memberinya ujian ini, dan kekuatan selangka ini membuatku ingin menangis. Akhirnya aku mengajaknya ke maktabah yang lebih sepi karena kedatanganku ke Jamilurrohman itu sungguh diapresiasi dan aku merasa sedang tidak ingin salam-salaman di tengah-tengah kisah itu mengalir. Dia dipapah ketika berjalan ke maktabah. Bukan aku yang memapahnya. Aku memang payah. Payah. Akhirnya kami berdua saja di maktabah.. disana, di tempat itu.. Pernah terjadi sesuatu yang tidak kuceritakan pada seorangpun di dunia ini.. Pernah terjadi sesuatu, yang hanya satu dua orang yang melihatnya.. Pernah terjadi se...

Hari Istimewa bag.2

Akhirnya bisa ngelanjutin nulis.. Ini sebenernya kelanjutan dari paragraf2 akhir dari postinganku yang judulnya Hari Istimewa. Tapi karena beda cerita, dan kalo aku bedain judulnya, postingan awal jadi kaya bersambung gitu.. Jadi ini aku samain judulnya. Tapi beda ya, temanya.. Ini kisah tentang seorang gadis yang Allah pilih untuk Islam, lalu Allah uji.. ... Bahkan aku tidak tahu siapa namanya! Innalillahi Intan, terbiasa ga kenalan sih boleh-boleh aja.. tapi kalau sampai melewatkan informasi penting dari orang penting yang kamu harap akan kamu temui lagi, ah....! Kamu bisa bilang apa nanti kalau ke sana, dan mau ketemu dia? "Nyari akhwat yang diganggu jin.." πŸ˜… Oh seriously. Ok jadi aku ga tau siapa namanya. Tapi kisah yang akan kuceritakan ini sungguh nyata, dan sejak bertemu dengannya, aku merasa memiliki suatu motivasi untuk kembali mendekati Robbku. Kembali ke jalur utama menempuh perjalanan setelah sekian lama aku berleha-leha. Segala puji bagi Allah.. ...

Luput

Ada sesuatu yang kulewatkan. Sesuatu yang besar. Dan aku menjadi sangat menyesal. Ceritanya aku mendapat sebuah keberuntungan dari Allah; aku bisa belajar tahsin intensif dengan seorang ustadz juara tahfidz se-Asean. Seorang yang memiliki sanad yang bekerja bersama syaikh Ali Jabir dan Ust. Yusuf Manshur. Setelah sekitar 2 pekan baru hari ini aku tahu bahwa orang di balik hijab ini adalah beliau. Tapi bukan ini sesuatu yang kulewatkan. Setelah temanku memberitahuku tentang latar belakang beliau, ia menambahkan sedikit cerita.. "Ana ingat benar istrinya. Dulu kenalan ana di pondok. Kami sama sekali ga mengira bahwa dia yang akan dipilih untuk jadi istrinya ustadz, karena orangnya menurut kami sih biasa banget, kasarannya ga level lah. Tapi ana ingeeet.....banget, dia selalu berdoa diantara adzan dan iqomah, agar bisa menjadi istri ustadz X.. Eeh...dilamarπŸ˜…πŸ˜…" Aku tercenung di titik itu. Gadis biasa yang yakin pada Robbnya, yang tekun meminta sesuatu yang menurutny...

The Yes Men

Berurusan dengan the yes men itu selalu ga mudah, jika kita berada pada posisi membutuhkan negosiasi atau menghindari birokrasi yang rumit. Sepanjang sejarah aku mengurus manusia, memiliki bawahan the yes men itu selalu menyenangkan. Ga protes karena ga kritis, atau malas ribut dengan atasan, atau alasan lain. Yang pasti memiliki orang-orang seperti mereka itu berarti hemat energi. Tapi pandanganku berubah ketika aku berada di posisi seperti saat ini. Aku berandai-andai, berharap mereka tidak keberatan untuk dinegosiasi ketika kesalahan itu tidak sepenuhnya salah kami. Perkara sepele sebenarnya bagi mereka saat ini dibandingkan dengan apa yang bisa terjadi pada kami (gagal jadi mahasiswi padahal sudah lulus tes), dan perkara sepele bagi kami di awal sekali pengumuman diberikan. Sesepele masalah kuping yang diciptakan terbuka lalu menyempit, seperti fungsi corong untuk menerima lalu menyimpan dan menyalurkannya di tempat tertutup. Masalahnya kadang yang namanya perempuan itu -ya...

Hari Istimewa

Hari ini istimewa. Pertama karena keluarga Milla datang ke jogja. Berangkat jam 9 pagi dari solo hanya untuk menemui si gadis tengil ini. Aku harusnya bisa setersanjung apa lagi? Sekeluarga jauh-jauh dari luar kota, bermobil ria ke pelosok Jamilurrohman untuk menemuiku. Mill, ini baru so sweet. πŸ˜„ Aku ga nyangka keluarga ini begitu hangat, begitu menerima, begitu...familiar. Aku merasa seperti bukan orang asing diantara mereka. Mbak Nurul yang supel dan berani, seperti tahu aku bukan tipe yang biasa memulai perkenalan. Dia menyapaku dan selanjutnya setelah itu aku menikmati cerita-ceritanya seolah aku ini anak tetangga. Aul yang lembut dan lumayan pendiam tapi ramah, teman chatku yang hanif.. Ibu yang seperti duplikat Milla, kebayang si Milla 30 tahun mendatang πŸ˜‚. Rausyan yang superboy, sangat menarik minatku sebagai seorang guru, dia benar-benar sempurna sebagai murid idaman; perpaduan antara bakat yang brilian sekaligus kengerian yang membuatku selalu bersemangat untuk -yeah a...

Kapan Nikah?

Aku sering mendapat pertanyaan semacam "Kapan nikah?" Atau "Mbak ga pengen nikah?" And so-so gitu lah.. Dan tidak seperti teman-temanku yang notabene usianya jauh lebih unyil daripada aku, aku senang dapet pertanyaan macam ini. Aku menikmati diriku sendiri menjawab semacam, "Se-diizinkannya nikah sama Allah" "Nanti kalo Allah dah nurunin jodoh ana" "Kalo udah waktunya" dan biasanya aku tertawa semauku. Pengen ga nikah? Aduh apa aku ini saking lamanya nyendiri udah jadi semacam biarawati ato biksu yang menikmati hidup ala monk. Jujur itu nikmat. Tapi seperti kata seoranh ulama salaf, "Khalwah yang benar adalah khalwah yang membuatmu ingin berbaur dengan manusia untuk berdakwah." Aku ga mungkin ga pengen. Aku juga pengen wisata kuliner bareng seorang lelaki gagah yang cuek minta ampun tapi kalo sama aku selalu perhatian.. Aku juga pengen ke pantai main-main air sendirian sementara dia sibuk memperhatikan istrinya dari ja...

Menjadi Manusia

Ada batas nyata, antara keanggunan para malaikat dengan keunikan manusia.  Aku tumbuh dalam tiga tahapan dimana di awal perjalananku sebagai manusia, aku lebih menyerupai hewan buas. Warnaku gelap. Tak ada seorangpun merasa betah dan nyaman bersamaku. Aku terluka dan melukai. Aku melukai dan tak ingin berhenti. Kebobrokanku diakui, kebusukanku dijadikan prasasti yang melekat pada namaku. Pada tahap kedua, gelap ini diangkat, dan aku yang tertidur dibangunkan dengan kelembutan tanpa ampun dari Robb Yang Maha Peduli. Ah iya, sungguh Dia Maha Peduli. Karena dzat seburuk aku tak akan bisa dipedulikan oleh apapun dan siapapun, kecuali Dia.. Pada mulanya aku dilatihNya. Keburukan-keburukanku diganti dengan berbagai kebaikan dari sisiNya. Aku dipermak, direvisi, disusun ulang. Aku seperti bangunan baru yang tumbuh diatas puing-puing masa lalu yang muram. Tapi meski puing-puing itu masih, Dia buat aku cantik. Orang-orang mendekatiku, ingin tahu bagaimana sesuatu yang tak mungkin menjadi...