Hari Istimewa

Hari ini istimewa. Pertama karena keluarga Milla datang ke jogja. Berangkat jam 9 pagi dari solo hanya untuk menemui si gadis tengil ini. Aku harusnya bisa setersanjung apa lagi? Sekeluarga jauh-jauh dari luar kota, bermobil ria ke pelosok Jamilurrohman untuk menemuiku. Mill, ini baru so sweet. 😄

Aku ga nyangka keluarga ini begitu hangat, begitu menerima, begitu...familiar. Aku merasa seperti bukan orang asing diantara mereka. Mbak Nurul yang supel dan berani, seperti tahu aku bukan tipe yang biasa memulai perkenalan. Dia menyapaku dan selanjutnya setelah itu aku menikmati cerita-ceritanya seolah aku ini anak tetangga.

Aul yang lembut dan lumayan pendiam tapi ramah, teman chatku yang hanif..
Ibu yang seperti duplikat Milla, kebayang si Milla 30 tahun mendatang 😂.
Rausyan yang superboy, sangat menarik minatku sebagai seorang guru, dia benar-benar sempurna sebagai murid idaman; perpaduan antara bakat yang brilian sekaligus kengerian yang membuatku selalu bersemangat untuk -yeah again and again- jadi pahlawan kesiangan pelindung bangsa dan agama. Dia incaran setiap pengusung kebaikan dan kejahatan. Dia seperti konstantinopel yang harus dimenangkan. Dan rata-rata orang dekatku adalah yang semacam ini.

Bapak yang adem, tegas dan ya seperti bapak-bapak keluarga bahagia di TV-TV.

Jelas ini keluarga hangat yang bahagia, mengundangku jadi bagian darinya.

Sangat indah. Dan ini yang pertama.

Kedua, sesampainya di LPK aku ditarik Kasmi Hayati ke sebuah tempat dimana orang yang dibilang sangat mirip denganku sedang menatapku terkejut lalu menutup mukanya. Aku tertawa. Ternyata selama ini orang-orang sangat jujur; aku kelewatan kurusnya.

Namanya Haniyah. Kurus tinggi dan wow! Mirip memang denganku.

Beberapa saat kemudian dia pergi, tanpa melihatku. Aku mendengar dari Kasmi, katanya dia takut bertemu cerminnya. Hahaha.. Andai dia tahu aku tak lebih dari daun-daun putri malu yang selalu menguncup ketika disentuh, aku yang berlari ketika dikenalkan dengan orang baru, aku yang sepemalu itu, sebenarnya aku setakut itu pula..
Citra bilang, "Dia tu bilang 'Ana takut usth kecewa ketika bertemu ana, ternyata ga seperti yang dia bayangkan' blablabla.." Aduh Citra, cerewetmu ini sungguh ngangenin..

Aku merasa sedikit asing di sana. Tapi santriwati lama dan pengabdian dengan manis menyambutku dan membuat aku merasa bukan sebagai orang asing. Kalian harus tahu perasaan merasa diterima dan diinginkan itu perasaan yang indah.. Jazaakunnallah ahsanal jazaa'.

Lalu Kasmi membawa seseorang datang malu-malu menemuiku. Oh aku rindu sekali Jamilurrohman dengan segenap sikap malu-malu ini..

Namanya sebut saja Mutiara. Pertama kali aku melihatnya, dalam keadaan sedikit terpincang dan kesulitan berjalan dia menghampiriku. Ketika mulai kami bicara, kuperhatikan matanya seperti bukan menatapku. Belakangan aku tahu itu karena syaraf yang terputus. Subhanallah gadis ini..

Satu kisah lagi tentang hamba-hamba pilihan Allah..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Manusia

The Yes Men